MENGHARGAI dan menghormati orang tua adalah tugas wajib setiap anak yang telah dilahirkan dan dibesarkan. Mengekspresikannya pun bisa dengan berbagai macam cara dan waktu kapan saja. Meskipun orang tua tak pernah sekalipun mengharap jasa dan balasan dari anaknya, namun tidak berarti seorang anak dapat begitu saja melupakannya. Bukan uang yang diinginkan oleh orang tua. Bukan pula rumah mewah dan kekayaan yang diharapkannya. Tapi ucapan terimakasih, syukur, sikap menghormati dan menghargai, cukup-lah, itu saja sudah sangat menghibur dan membanggakan hati mereka.
Salah satu cara untuk menunjukkan rasa hormat dan penghargaan, sekaligus mengingat jasa-jasa orang tua, khususnya jasa seorang ayah, adalah dengan memberikan satu hari khusus untuk menghormati jasanya. Karena itulah setiap Minggu ke tiga di bulan juni dikhususkan sebagai hari untuk pemperingati dan mengingat-ingat jasa ayah yang sering disebut dengan hari ayah (Father’s Day). Meskipun di Indonesia sendiri Hari ayah memang belum ada, namun mengadopsi tradisi ini untuk mengucapkan rasa sayang dan terimakasih terhadap ayah bukanlah suatu kesalahan. Tidak hanya sekedar mengadopsi, mengerti sejarah lahirnya hari ayah pun adalah satu hal yang perlu diketahui.
Peringatan hari ayah, pertama kalinya diadakan di gereja Central Methodist di Fairmont, West Virginia, Amerika (5/7/1908). Acara yang dicetuskan oleh Grace Golden Clayton itu ditujukan untuk memperingati 361 laki-laki yang telah meninggal dalam sebuah peristiwa ledakan hebat di Monongah, yang sebagian besar adalah imigran dari Italia yang juga seorang ayah itu.
Sedangkan ide lain mengadakan Father’s day muncul di Spokane, Washington. Ide ini berasal dari seorang anak bernama Sonora Smart, ketika dia sedang mendengarkan pidato pada Mother’s Day tahun 1909. Dalam benak Sonora muncul keingin untuk mengadakan hari yang sama bagi para ayah. Sonora sangatlah mengagumi ayahnya, William Jackson Smart. Baginya ayah adalah sosok yang istimewa, sosok yang telah berjuang merawat dia dan kelima saudaranya. Sonora ingin sekali mengatakan kepada ayahnya betapa istimewa dia. Semenjak itu ia putuskan untuk mengusulkan satu hari yang bertepatan dengan tanggal kelahiran ayahnya 19 Juni 1910, sebagai hari ayah “the fathers day”.
Karena begitu banyakanya dukungan, dari para politisi, negarawan, dan pengacara Amerika: William Jennings Bryan, terhadap Sonora, ide mengususkan satu hari untuk menghormati jasa para ayah itu pun menjadi cepat tersebar luas. Pada perkembangannya selanjutnya, di New York, tahun 1926, dibentuklah sebuah panitia nasional untuk menggolkan the Father’s Day ini. Dan ide ini pun menjadi kenyataan tatkala Resolusi bersama kongres mengakuinya pada tahun 1956. Yang kemudian dikukuhkan kembali oleh Presiden Richard Nixon di tahun 1966, dengan mengeluarkan keputusan bahwa, pada hari Minggu ke-tiga setiap bulan Juni diperingati sebagai hari Father’s day. Hingga kini the Father’s Day dikenang dan diperingati oleh anak yang percaya bahwa ayahnya serta seluruh ayah harus dihormati dengan sebuah hari istimewa. Slamet wiyono/Ida Roholyani/dbs
Minggu, 07 Desember 2008
Sejarah Lahirnya Hari Ayah (Father’s Day)
Label:
ARTIKEL,
FATHERS DAY,
TEOLOGI
Langganan:
Entri (Atom)
